Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Pemerintahan - GTN Kepolisian & TNI - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Pendidikan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - Jurnal Nasional - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Bulan Imunisasi Anak Nasional Disosialisasikan Kepada Aparatur Kecamatan Ciseeng Dan Aparatur Pemerintah Desa Oleh Puskesmas Ciseeng

by Gardatipikornews
06 Juli 2022 - 706 Views
Bogor | Gardatipikornews.com - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin. Karena pentingnya imunisasi bagi balita, maka dilakukan sosialisasi-sosialisasi oleh petugas kesehatan dari tingkat kota hingga sampai ke tingkat desa. Seperti apa yang dilakukan Dewi Suryatin (Sanitarian) dan Bidan Desa Nana Herdiana dari Puskesmas Ciseeng Kabupaten Bogor (Rabu, 6 Juli 2022). Dalam kesempatan pada rapat aparatur Kecamatan Ciseeng dengan para kepala desa, Nana sebagai bidan desa memaparkan mengenai apa itu Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dengan kenyataan yang ada ialah: 1. Latar belakang karena terjadinya penurunan cakupan imunisasi yang signifikan sejak pandemi Covid 19. 2. Anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin dan lengkap, dapat mengakibatkan tidak terbentuknya Herd Immunity yang sangat berpotensi terjadinya kejadian luar biasa bahkan wabah. 3. Mayoritas wilayah Indonesia sangat beresiko tinggi terjadinya penularan virus campak dan polio. Sasaran BIAN adalah: 1. Imunisasi kejar usia 12 - 59 bulan. 2. Imunisasi Kampanye campak umur 9 - 59 bulan.

Reporter: Koord. Bogor Raya Agustion


Sebelumnya
Penyuluhan Ibu Hamil Bersama Puskesmas Cogreg Digelar Di Kantor Desa Bojong Sempu Kecamatan Parung...
Selanjutnya
Bupati Tanggamus Hadiri Ajang Silaturahmi Pemuda Pancasila Dan Santunan Anak...

Berita Terkait :