Klinik Siti Nurhayati Desa Rajeg Mulya diduga telah melakukan kelalaian dalam menangani pelayanan dan tindakan terhadap pasien yang hendak melakukan persalinan baik dalam segi pemasangan infus yang sering salah sehingga adanya pendarahan di tangan korban," terang suami korban kepada Wartawan.
Dikonfirmasi dari beberapa awak media pihak keluarga Almarhumah (MS) khususnya suami (Kiki) akan meminta proses keadilan dan menuntut Klinik Siti Nurhayati S.Tr.Keb, karena sudah menghilangkan nyawa istri saya karena diduga kuat cara penanganan dan tindakan medis yang ceroboh di anggap sudah lalai dalam melakukan upaya persalinan yang kurang baik," jelasnya.
"Pihak keluarga Almarhumah Merry Sugianti memperjelas kepada awak Media Gardatipikornews.com seharusnya peristiwa tersebut tidak akan terjadi jika cara yang dilakukan team medis ataupun perawat Klinik Bidan Desa Siti Nurhayati S.Tr.Keb tersebut tidak lalai dan sesuai aturan kesehatan.
Dampak yang diduga melakukan kelalaian dan salah ambil tindakan sehingga mengakibatkan seorang Ibu tewas setelah melahirkan anaknya yang ketiga dan terlihat jelas di lantai pendarahan yang luar biasa yang keluar dari kemaluan Almarhumah (MS), itu semua terlihat jelas oleh pihak keluarga juga suami yang mendampingi persalinan kala itu.
" Saya pihak keluarga dan suami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Klinik Siti Nurhayati beserta perawatnya.Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Ikatan Bidan Indonesia (IBI), segera mencopot izin prakteknya dan segera tutup permanen Klinik Bidan tersebut yang ada di Desa Rajeg Mulya," tegas Kiki suami dari Almarhumah.
Cukup sudah Istri saya saja yang menjadi korban kelalaian Persalinan yang kurang baik dan lalai dalam melakukan tindakan.Kami pihak keluarga berharap jangan sampai ada korban kembali kedepannya yang mengakibatkan nyawa seorang Ibu meninggal setelah melahirkan anaknya," papar Kiki
Kami sekeluarga sangat memahami betul semua umur dan maut menjadi ketetapan Allah SWT. Akan tetapi jika kita semua berhati-hati dalam melakukan upaya tindakan insyallah hal tersebut tidak akan terjadi kepada (Istri) saya almarhumah," tutup Kiki kepada awak Media.
Reporter : Sibti @ Gtnbanten