Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Dugaan peraktik penyimpangan. Anggaran kembali mencuat di dunia pendidikan kali ini mencuat. Di dunia pendidikan kali ini sorotan tajam di arahkan kepada kepala sekolah SMK bakti insani yang berlokasi di kc tegal buled kb sukabumi Jawa Barat.
Kepala sekolah yang berinisial (otn) di duga melakukan Mar up jumlah siswa. Dan penyalahgunaan bantuan oprasional sekolah (bos) dugaan ini setelah tim gardatipikor peneleusurian keu lapangan di ragukan dengan jumlah siswa dapodik. Yang sebenarnya.
Untuk ajaran baru sesuai dapodik SMK bakti insani total siswa 63 siswa siswa laki laki 23 siswa dan perempuan 28siswa rombongan belajar. 3 kls kls × 23 siswa ×1 25 siswa ×11 15 siswa. Hasil peneleusurian gardatipikornews. Com namun data tersebut di duga tidak sesuai dengan data yang sebenarnya.
Kepala sekolah SMK bakti insani saat di kompirmasi lewat tlp seluler wasap berkali kali tidak menjawab sampai berita ini di turunkan.
Dana bos dan bpmu yang seharusnya di gunakan untuk mendukung oprasional pendidikan dan peningkatan kualitas belajar siswa di kewatirkan di gunakan untuk kepentingan peribadi dan golongan
Di lain pihak penggiat pendidikan taji saptaji. Memberi tangapan atas persoalan. Menurutnya itu merupakan modus lama.lama. yang di lakukan oknum sekolah. Untuk rogoh dana ( bos)
Utak atik dapodik dan arkas memang salah satu trik licik oknum sekolah dalam merampok dana bantuan pemerintah biasanya di lakukan secara kolektip. Kepala sekolah bendahara dan oprator. Dari mulai pengegelembungan siswa piktip rekayasa laporan dari koponen penerapan yang di siasati"ungkapnya
Bila terbukti dugaan adanya terindikasi konpirasi dan tindak pidana korupsi itu harus dan wajib di laporkan keu pihak APH aparat penegak hukum. Ujarnya.
Pewarta : Korwil Jabar GTN**