Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Pemerintahan - GTN Kepolisian & TNI - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Pendidikan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - Jurnal Nasional - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

DPRD Morut Gelar RDP Soal Bayi Umur 8 Bulan yang Meninggal dan Viral.

by Gardatipikornews
05 Januari 2024 - 605 Views
MORUT |

Gardatipikornews.com

- Pelayanan buruk di Puskesmas Beteleme jadi perhatian serius DPRD Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Bayi umur 8 bulan yang meninggal dan viral saat momentum Natal jadi sorotan Publik DPRD Morut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan Asisten 1 Pemda Morut, Kadis kesehatan Morut, Kapus Beteleme dan dr. Riska. RDP tersebut berlangsung di gedung DPRD Morut, Jumat (5/1/2024), yang dipimpin langsung Ketua DPRD Morut Warda Dg Mamala, SE didampingi Wakil Ketua II DPRD Morut, Muhammad Safri. Turut hadir anggota dewan lainnya, Yanto Baoli, Usman Ukas, Alhiddin Haddade, Sukim Efendi, Gina Silva Togalami, Epafras Sambongi, H. Syahruddin Mustafa, Indrawati Balirante dan Rindayani Dewi Sucitra. Dirapat tersebut, DPRD kembali akan mengundang Bupati Morowali Utara, Kadis Kesehatan, Kapus Beteleme, dr. Riska, para perawat Puskesmas Beteleme, pimpinan klinik Rafa Madica. Bahkan, DPRD akan menghadirkan pihak keluarga korban (Alm Rival-red) Ketua Ikatan Dokter Indonesia yang bertugas di Morut, Kepala Puskesmas Ronta dan Bidan Pustu Ronta. Tidak hanya itu, DPRD Morut juga meminta agar tidak ada yang dikorbankan sebelum IDI Morut mengeluarkan rekomendasi. Dipertemuan kedua nantinya, DPRD akan mengeluarkan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi untuk mengambil keputusan terkait permasalahan tersebut. Untuk diketahui, rapat tersebut digelar buntut dari dugaan pelayanan buruk Puskesmas Beteleme sehingga pasien bayi 8 bulan, almarhum Rival, meninggal dunia. Dimana sebelumya, keluarga almarhum mengaku lamban dilayani oleh pihak Puskesmas. Mereka menyebut, jika pasien yang datang dibelakangan terlebih dahulu dilayani ketimbang almarhum. Saat itu, almarhum dalam kondisi kritis, karena diduga lamban diberi pelayanan medis, bayi 8 bulan tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir. ( @Sekjen PPRI. Red@ksi.gtn.com  )
Sebelumnya
Kapolri Resmi Lantik Kapolda Sulut dan...
Selanjutnya
Herwan Qustholani.SE.Maju Sebagi Caleg DPRD Kab Sukabumi Dapil 4 Dari Partai Demokrat ( Coblos No....

Berita Terkait :