Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

*KADES sakre (Lalu Anugerah Bayu Adi) " Kecewa Terhadap Pelaksanaan Sangkep Oleh Majelis Adat Sasak (Mas) Lombok NTB*

by Gardatipikornews
18 Desember 2022 - 369 Views
  LOMBOK - NTB |  -

Gardatipikornews.com -


Minggu, 18/12/2022 - Banyak Kepala Desa sangat sangat merasa kecewa kepada para panitia Pelaksana Sangkep Beleq ( HL Sajim Sastawan dan Ketua OC dan kepada seluruh jajaran Panitia Sangkep. Majelis Adat Sasak atau yang disingkat MAS yang menggelar acara 'Sangkep Beleq' atau 'Rapat Besar' pada 17-18 Desember 2022 ini,menimbulkan banyak persepsi dari berbagai kalangan pemerhati adat,budaya,sosial dan politik. Acara yang digagas sesepuh bangsa Sasak di Pulau Lombok ini kini mulai ramai mendapatkan suara suara kekecewaan yang dilontarkan oleh berbagai kalangan Masyarakat di pulau Lombok,salah satu Lalu Anugerah Bayu Adi (Kepala Desa Sakre). Bagaiamana tidak ' Kata Lalu Anugerah yang disapa miq Uge (Kades Sakre) , Sangkep Beleq ini kan maknanya Rembuk Bareng, tapi kenapa kami selaku jajaran Kepala Desa yang semestinya lebih pantas mengikuti kegiatan Acara Sangkep tersebut TIDAK DILIBATKAN, ini Sangkep ini muatannya apa dan tujuannya bagaimana kedepannya,? , kok Kami Kepala Desa yang memang Pelaku yang berhubungan Langsung dengan Masyarakat dan mengetahui benar , bagaiamana sebuah Adat, Budaya kok bisa bisanya diabaikan begitu saja, ini seakan merendahkan harkat dan martabat kami selaku Kepala Desa, yang dimana sejak dahuku kala pada masa sejarah Sasak ini, ya Kepala Desa itu memang adalah sosok Kepala Adat, Lantas apa yang membuatnya (Panitia) Sangkep Beleq maupun segenap pengurus Majelis Adat Sasak (MAS) mengabaikan hal ini " Tegas Lalu Anugerah dengan wajah Geram saat di pertanyakan. Sejumlah yang dianggap tokoh bahkan terpantau banyak memberi ucapan selamat atas akan terselenggaranya kegiatan itu,namun bagi kami malah sebaliknya, kami mengucapakn Bela sungkawa atas matinya ketidak pekaan dan matinya ajakan ajakan baik bagi kami selaku Kepala Desa. terus terang " Dengan sangat tegas Saya (Lalu anugerah) Mulai dari peribadi Merasa KECEWA atas cara maupun gerakan serta system yang di jalankan pada acara/kegiatan Sangkep Beleq(Rembuk Bareng) masyarakat Adat Sasak (Mas). " Sambung Lalu Anugerah.... Ini Ada apa kok sangat jelas sekali nampak nyata Panitia Sangkep lebih mengedepankan pemberitahuan,dan ajakan bahkan mengundang sejumlah tokoh politik pada acara kegiatan sangkep beleq ini" ini sangat mengecewakan sekali bagi kami,seakan wadah Luar biasa yang semestinya menghimpun para tokoh berbagai kalangan di Pulau Lombok Ini terutama Para Tokoh Pemangku Desa (Kepala Desa) , malah tidak dilibatkan.Jangan jangan Sangkep ini ada apa apanya dibalik tujuan sangep Akbar,apalagi dengan mendatangkan para tokoh politik yang tentunya bacaan kami akan sangat mengarah kepada sebuah kepentingan politik sepihak/golongan kecil semata, bukan benar benar untuk dan demi kepentingan Masyarakat Lombok yang Memang Orang SASAK. Seperti yang kita ke ketahui,adapun undangan undangan para tokoh pollitik juga pemerintah seperti yang dijabarkan di salah satu media online diantaranya : 1. Gubernur NTB Zulkieflimansyah 2.Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, 3. Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi, 4.Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. 5. Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, 6. Mantan Bupati Lombok Tengah Suhaili, 7. Bupati KLU Djohan Syamsu, 8. Dubes RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, 9. Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat dan sejumlah tokoh politik NTB lainnya. Nah " ini kan tidak menarik membawa nama nama Sangkep ADAT , jika pada pelaksanaanya ternyata bukan malah Sangkepnya yang nampak malah muatan POLITIK yang terlihat terang benderang,.Apa iya majelis Adat Sasak ini berkepentingan atau mengarah kesana,.. Tanya Lalu Anugerah Bayu Adi. Katanya seperti yang diatanyakan oleh salah satu media pada catatan lnya yakni : salah satu isu yang dikonsolidasikan terkait kekuatan suku Sasak untuk mengusung satu figur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Benarkah? " Tutup Lalu Anugerah (Kades Sakre) *den.gtn.lombok*
Sebelumnya
30 menit bersama Brigjen Pol Rudi Setiawan. SIK....
Selanjutnya
Ketua Umum DPP APDESI Meminta Kepala Desa Di Seluruh indonesia Tidak Terlibat Dalam Politik Praktis...

Berita Terkait :