Hal tersebut dibuktikan pada masyarakat Bilok Petung yang hampir 30 persen tidak memiliki pekerjaan dan menjadi buruh migran di Negara Malaysia maupun berbagai negara lainnnya. Selain itu, banyak juga masyarakatnya bekerja sebagai buruh tani harian kepada tuan-tuan tanah pedesaan yang kadang kala sekali dalam satu tahun paska panen jambu mente buruh tani dibutuhkan.
"Dusun Timba Gading ini hampir 80% petaninya ada saja yang memiliki tanaman pisang karena potensi pisang disini sangat melimpah sehingga penting bagi kami untuk memanfaatkannya, baik itu sebagai olahan sederhana maupun lainnya yang akan mampu membantu menunjang ekonomi masyarakat setempat," ujar Joni Iskandar selaku ketua RBPM.
Ia juga menambahkan semoga pihak pemerintah desa ,daerah, maupun provinsi mereson keseriusan kami dalam mendukung program pemerintaan dalam mengambangakan produski lokalistik.
( Pewarta : DAH Kpaerwil )
Lombok Timur - NTB| Gardatipikornews.com // Siapa yang tidak kenal dengan Sembalun? Mungkin selama ini Sembalun hanya dikenal karena destinasi wisatanya maupun produksi sayur-mayurnya. Namun siapa sangka ternyata Sembalun juga mempunyai kelompok UMKM yang dimotori oleh generasi melenial dari organiasi RBPM (Rinjani Bersatu Pejuang Massa). Minggu (19/2/2023)
Dusun Timba Gading, Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur merupakan sebuah dusun yang kaya akan potensi alamnya yang melimpah, seperti tanaman-tanaman di dusun tersebut tumbuh dengan subur termasuk tanaman pisang. Tidak hanya itu saja, hampir semua masyarakatnya memiliki lahan yang cukup untuk memproduksi padi terutama tanaman pisang.
Pisang ini juga menjadi tanaman produksi yang sangat berpengaruh dalam menopang ekonomi masyarakat setempat, ditengah resesi global yang mempengaruhi ekonomi pedesaan dan semakin rentan dengan indikasi kemiskinan.
Hal tersebut dibuktikan pada masyarakat Bilok Petung yang hampir 30 persen tidak memiliki pekerjaan dan menjadi buruh migran di Negara Malaysia maupun berbagai negara lainnnya. Selain itu, banyak juga masyarakatnya bekerja sebagai buruh tani harian kepada tuan-tuan tanah pedesaan yang kadang kala sekali dalam satu tahun paska panen jambu mente buruh tani dibutuhkan.
"Dusun Timba Gading ini hampir 80% petaninya ada saja yang memiliki tanaman pisang karena potensi pisang disini sangat melimpah sehingga penting bagi kami untuk memanfaatkannya, baik itu sebagai olahan sederhana maupun lainnya yang akan mampu membantu menunjang ekonomi masyarakat setempat," ujar Joni Iskandar selaku ketua RBPM.
Ia juga menambahkan semoga pihak pemerintah desa ,daerah, maupun provinsi mereson keseriusan kami dalam mendukung program pemerintaan dalam mengambangakan produski lokalistik.
( Pewarta : DAH Kpaerwil )
Hal tersebut dibuktikan pada masyarakat Bilok Petung yang hampir 30 persen tidak memiliki pekerjaan dan menjadi buruh migran di Negara Malaysia maupun berbagai negara lainnnya. Selain itu, banyak juga masyarakatnya bekerja sebagai buruh tani harian kepada tuan-tuan tanah pedesaan yang kadang kala sekali dalam satu tahun paska panen jambu mente buruh tani dibutuhkan.
"Dusun Timba Gading ini hampir 80% petaninya ada saja yang memiliki tanaman pisang karena potensi pisang disini sangat melimpah sehingga penting bagi kami untuk memanfaatkannya, baik itu sebagai olahan sederhana maupun lainnya yang akan mampu membantu menunjang ekonomi masyarakat setempat," ujar Joni Iskandar selaku ketua RBPM.
Ia juga menambahkan semoga pihak pemerintah desa ,daerah, maupun provinsi mereson keseriusan kami dalam mendukung program pemerintaan dalam mengambangakan produski lokalistik.
( Pewarta : DAH Kpaerwil )