Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Lumpur Diduga Dari Salahsatu ,Tambang Menimbun Lebih Dari 30 Hektaran Sawah Warga Hingga Rusak Berat Dan Gagal Panen

by Gardatipikornews
08 April 2025 - 358 Views

Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com _

Puluhan hektare sawah di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, tertimbun lumpur diduga akibat aktivitas tambang emas di wilayah perbukitan. Warga dan petani setempat kini menuntut perusahaan tambang angkat kaki dari daerah mereka. Berdasarkan pantauan udara, sekitar 50 hektare sawah berubah menjadi kolam lumpur. Air keruh menggenangi petakan sawah yang biasanya hijau subur. Aliran lumpur disebut berasal dari sungai kecil yang kini menjadi jalur utama limpasan tanah dari atas bukit. Derasnya air berlumpur sempat direkam warga dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak lumpur menerjang area pertanian dan mengancam permukiman warga. Salah satu petani, Solehudin, mengaku geram dengan kondisi tersebut. Ia menilai kehadiran tambang lebih banyak membawa kerugian ketimbang manfaat. "Kami enggak butuh ganti rugi. Yang kami mau itu kejelasan dan manfaat nyata, bukan janji-janji. Kalau terus begini, lebih baik tutup saja tambangnya," tegas Solehudin, Minggu (6/4/2025). Ia menyebut, sejak awal operasional tambang, perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga. "Tiba-tiba alat berat masuk, tanah digali, sungai rusak, sawah kami tertimbun lumpur. Enggak ada komunikasi sama sekali," ujarnya. Keluhan serupa datang dari Dahlan, petani lain yang mengaku gagal panen karena sawahnya rusak parah. "Padahal tinggal panen, tapi lumpur turun dari bukit, sawah saya hancur. Perusahaan pun tak muncul, apalagi bertanggung jawab," keluhnya. Menurut Dahlan, aliran sungai yang sebelumnya bersih kini selalu membawa lumpur saat hujan. Dampaknya, lebih dari 30 hektare sawah rusak berat. "Dulu air jernih, irigasi lancar. Sekarang tiap hujan datang, lumpur ikut turun. Tapi dari pihak tambang enggak pernah ada musyawarah atau klarifikasi ke warga," ujarnya kesal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang terkait desakan warga dan kerusakan lahan pertanian tersebut. Pewarta : @MardiGTN.com
Sebelumnya
Tragis Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Ibu Korban Meinta Keadilan Pelaku DPO Dua Tahun Bebas...
Selanjutnya
Jalan Desa Mendis KaliBerau Dusun 2 Menuju Dusun 3 Reban Kumbang Terputus Karena Banjir Akibat...

Berita Terkait :