Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Miq Iqbal dan Pembangunan Kebudayaan Lokal II

by Gardatipikornews
20 Februari 2025 - 2880 Views

Kota Mataram-NTB || Gardatipikornews.com -

Kamis,20/2/2025 Miq Iqbal mempunyai perhatian yang serius terhadap kebudayaan lokal. Dalam liputan media Miq Iqbal bermaksud mengisi kekosongan dari atraksi budaya lokal yang hampir tidak nampak dalam jamuan dunia pariwisata. Ada banyak tamu baik dari skala nasional, regional bahkan internasional berkunjung ke NTB, tetapi atraksi budaya untuk melengkapi keindahan alam NTB tidak banyak. Sebenarnya niat dan atau tekad miq Iqbal sebagai gubernur yang mencoba hirau terhadap pembangunan kebudayaan lokal NTB lebih dari sekedar orientasi pariwisata. Bagaimana pun kebudayaan suatu suku bangsa memegang peranan strategis dan vital bagi eksistensi masyarakat suku-bangsa itu sendiri. Harus diingat bahwa potensi dominasi dan atau hegemoni dari kebudayaan lain di era keterbukaan membuat posisi kebudayaan lokal berada di titik yang "rawan". Dengan kata lain kebudyaan lokal menjadi sub ordinat dari kebudyaan lain. Dengan demikian kebudyaan lokal tidak dapat bersanding dengan kebudyaan-kebudayaan lain, bahkan dikhawatirkan tenggelam. Oleh karenanya pembangunan kebudayaan dirasa sangat urgen disikapi serius. "Tenggelamnya" kebudayaan lokal dapat menjadi "malapetaka" sejarah bagi pemilik kebudayaan. Bagaimana pun dengan kebudyaan masyarkat dapat mengidentifikasi diri mereka dengan di tengah-tengah entitas kebudayaan lain. Jikalau masyarakat dalam perjalanannya tidak bisa lagi mengidentifikasi diri mereka maka cepat atau lambat masyarakat mudah dikuasi entitas luar. Penguasaan tidak harus identik dengan penjajahan fisik tetapi juga lewat berbagai bidang seperti kebudayaan, ekonomi politik dan seterusnya. Masyarakat yang sudah dikuasi kebudayaan luar (asing) berujung pada pembelian sedikit banyak kebudyaan luar tersebut. Bahkan pada titik ekstrem tidak merasa sudah menjadi orang lain. Dalam pada itu, masyarakat mudah didominasi, menjadi pasar bagi produk-produk budaya luar. Lalu produk-produk itulah yang dapat memgantarakan masyarkat menemukan kesejatiannya. Padahal kesejatian mereka ada pada kebudyaannya sendiri yang telah "dilindas" oleh kebudyaan luar. Oleh karena itu momen pembangunan kebudayaan yang diusulkan miq Iqbal merupakan jalan lurus bagi kembali bagi masyarakat utk mengidwntifikasi diri mereka. Jangan sampai generasi-generasi android tidak mengenal kesejatian diri mereka. Bagaimana pun mereka lahir dan besar di tanah NTB. Primordialisme itu d sini perlu bagi menjaga eksistensi kesejatian masyarakat lokal. Sumber : Ahmad Efendi, M. Si Pewarta : Akub.gtn.com
Sebelumnya
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan TIK Disdik Kota Bekasi Kini Di Tangani Pidsus Kejari Kota...
Selanjutnya
Penutupan Sementara Pengajian Rutin Mingguan Majelis Ilmu Al Bukhari Dihadiri Hj Mamah Dedeh Dan...

Berita Terkait :