Bogor || Gardatipikornews.com -- Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah program pemerintah yang bertujuan sebagai peningkatan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
Program ini dipimpin oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupr), dan sebagai target utamanya adalah menyasar rumah yang tidak layak huni (Rumah Tidak Layak Huni atau Rtlh) dan mengubahnya menjadi ruang yang aman, nyaman, sehat, dan layak huni.
Program BSPS Kementerian PUPR menyalurkan dana stimulan senilai Rp 20 juta untuk pembelian bahan bangunan Rp 17,5 juta dan upah tukang Rp 2,5 juta. Masyarakat penerima bantuan juga harus memiliki keswadayaan maupun semangat untuk memperbaiki rumahnya dan menentukan toko bangunan yang ditunjuk untuk menyediakan bahan material bangunan yang diperlukan dalam proses pembangunan.
Begitu pula halnya dengan wilayah 7 kecamatan (Kec: Parung, Ciseeng, Gunungsindur, Bojong Gede, Kemang, Tajur Halang, Rancabungur) sejak bulan September, hingga Desember menyelesaikan 150 unit rumah dari program BSPS.
Dan hari ini, Selasa 30 Desember 2025 dilaksanakan pembayaran tukang sejumlah 150 unit, dan setiap unit dibayarkan sebesar Rp. 2.500.000,- dikediaman Suyanta koordinator Pdip Di 7 kecamatan, Jalan Suka Bakti Ds. Cogreg, yang didampingi Ketua Pac Kec. Ciseeng Tomi Supriadi S.Pd.
Suyanta ketika ditemui GTN tampak lelah, memonitor pembayaran yang ditangani oleh Bank BNI Bandung, menuturkan, penyaluran pembayaran tukang dalam program BSPS berlangsung dengan lancar.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar