Sukabumi, Jawa barat || Gardatipikornews.com
- mengacu dengan penemuan puluhan Keping kartu ATM yang di duga milik siswa/siswi SMK Al-Basiriyah beberapa bulan lalu hingga kini naik di media masa belum mendapatkan titik terang tentang siswa yang memang tercatat di kartu ATM tersebut. Jum'at 14-03-2025 Segala upaya telah di tempuh oleh rekan media guna mempalidasi data yang di temukan di lapangan di mulai dengan menjalin komunikasi dengan kepala sekolah SMK yang dirasa kurang respon, hingga melangkah mendatangi salah satu perbangkan yang mana tertera di dlm ATM. "ternyata ini sudah habis masa berlakunya pak dan tidak bisa muncul.kalo pihak kami bank sudah melakukan sesuai prosedur dalam pengambilan atau pencairan uang itu harus langsung oleh pemilik nya, kami hanya menyalurkan sesaui dengan data yang di terima jadi coba langsung cek ke sekolah yang bersangkutan.saran pihak bank Di tanya bagaimana hal temuan yang kami dapatkan apakah termasuk kelalaian atau bagaimana pihak bank tidak bisa memberikan penjelasan nya
"Untuk itu saya tidak tau dan tidak bisa memberikan jawaban karena kami bukan ranah nya.
Beranjak dari pihak bank awak media langsung menuju lokasi sekolah namun sekolah tesebut sudah sepi kemungkinan sudah selesai jam belajar mengajar nya,namun kami melihat anak- Anak yang sedang berdiri tepat di gerbang sekolah SMK dan berbincang menanyakan beberapa pertanyaan yang menjurus ke nama kepala sekolah.
" Kalo pak kepsek rumahnya di Gintung,yang ada di sini rumah Wakasek nya,yaitu pak Wawan itu rumahnya di atas pinggir jalan.ucapnya
Setelah tiba di rumah Wakasek kami berjumpa dengan orang yang kita maksud dan mulailah berbincang terkait temuan yang kami temukan banyak pertanyaan yang di tanyakan kepada beliau
"Betul saya Wakasek di sekolah SMK tapi kalo untuk ranah itu saya kurang tau,mungkin yang lebih tau itu kepala sekolah,di tanya betul nama-nama siswa penerima ATM PIP itu adalah murid sekolah SMK ia pun menjawab kalo untuk nama-nama siswa nya iya itu anak-anak SMK al-Basiriyah tapi kalo untuk dapat atau tidak nya saya kurang tau dan itu sapirasi atau reguler juga saya kurang paham, SE pengetahuan saya dulu pernah ada juga pengumpulan data untuk PIP aspirasi dan orang tua murid juga tapi lupa tahun berapa itu juga setau saya gak ada lagi tembusannya cair apa tidak. Jelas nya
"Lebih baik pandangan saya bapak nanti datang lagi aja ke kepala sekolah dan beliau mungkin bisa lebih paham dan bisa lebih menjelaskan tentang hal ini.saran nya
( @Dd. Hasan kabiro Sukabumi)