Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Tiga Kelas Tersisa, Ratusan Siswa MTs Nurul Hasanah Terus Berjuang Belajar

by Gardatipikornews.com
17 April 2026 - 57 Views

Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Di Kampung Cicukang, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, potret keteguhan dunia pendidikan terlihat jelas. Meski dihimpit keterbatasan fasilitas, para siswa MTs Nurul Hasanah tetap menjalani kegiatan belajar dengan penuh tekad.

Sekolah yang telah berdiri lebih dari tiga dekade itu kini mengalami penurunan kondisi bangunan yang cukup serius. Dari sepuluh ruang kelas yang pernah digunakan, kini hanya tiga yang masih bertahan. Keadaannya pun jauh dari kata aman, dengan bagian atap yang mulai rusak dan dinding yang menunjukkan tanda-tanda keretakan.

Saat hujan turun, proses belajar sering terganggu. Demi keselamatan, para siswa kerap dipindahkan ke masjid terdekat agar kegiatan belajar tetap bisa dilanjutkan.

Ketua Komite sekolah, Mohammad Ilyas Suwandi, menuturkan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh insiden kebakaran yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Kebakaran pada November 2025 lalu menghanguskan beberapa ruang kelas dan bangunan kantor. Sekarang yang tersisa hanya tiga ruangan, itupun kondisinya sudah memprihatinkan,” jelasnya.

Jumlah siswa yang mencapai ratusan membuat keterbatasan ruang menjadi persoalan serius. Sistem belajar pun terpaksa diatur secara bergiliran agar semua siswa tetap mendapatkan kesempatan belajar.

“Karena ruang terbatas, kegiatan belajar dibagi menjadi beberapa sesi. Ini jelas kurang efektif bagi proses pendidikan,” ungkapnya.

Upaya untuk mendapatkan bantuan sebenarnya telah dilakukan berulang kali oleh pihak sekolah dan komite. Bahkan, pihak terkait disebut sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Namun hingga kini, belum ada realisasi pembangunan atau perbaikan.

" Kami sudah berusaha mengajukan bantuan ke berbagai pihak, tapi belum ada tindak lanjut yang nyata sampai sekarang,” tambah Ilyas.

Di balik segala keterbatasan tersebut, semangat belajar para siswa dan dedikasi para guru tetap terjaga. Namun, kondisi ini menjadi pengingat bahwa dukungan fasilitas yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan.

Ketersediaan ruang belajar yang aman dan nyaman bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar. Tanpa itu, kualitas pendidikan akan sulit berkembang secara optimal.

Kini, besar harapan agar perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait segera hadir. Bagi para siswa MTs Nurul Hasanah, ruang kelas yang layak adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Pewarta : @MardiGTN.com

Sebelumnya
Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Disalurkan Pemdes...
Selanjutnya
Di Buka Besar-Besaran 35.476 Lowongan Koperasi Merah Putih, Peluang Jadi Pegawai BUMN Tanpa Syarat...

Berita Terkait :