Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Cuaca Ekstrem Dan Aktivitas Padat Sebabkan Penurunan Kesehatan Di Denpasar

by Gardatipikornews.com
07 November 2025 - 91 Views

Denpasar || Gardatipikornews.com --  Kondisi kesehatan masyarakat di kota Denpasar menunjukkan tren menurun akhir-akhir ini, terutama di kalangan mereka yang memiliki aktivitas luar ruangan dan padat. Hal ini dianggap terkait dengan meningkatnya intensitas hujan dan cuaca yang tidak menentu di wilayah tersebut. Sebagai contoh, pada 9-10 September 2025 hujan ekstrem dengan curah hingga 50–150 mm terjadi di hampir seluruh wilayah Bali, termasuk Kota Denpasar. 

Data cuaca menunjukkan bahwa di bulan Oktober wilayah Denpasar mengalami tingkat kelembapan yang tinggi dan jumlah hari hujan yang cukup banyak. Misalnya, menurut data historis rata-rata hari hujan mencapai sekitar 15,5 hari pada bulan Oktober di Denpasar dengan curah hujan tercatat sekitar 33 mm. 

Dari sisi kesehatan, terdapat kenaikan kasus penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, sebanyak 2.613 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) tercatat terjadi dalam dua bulan terakhir (Agustus–September 2025). Sementara di tingkat provinsi, jumlah kasus ISPA di Bali meningkat dari 35.604 kasus pada Agustus menjadi 36.009 kasus pada September 2025. 

Para petugas kesehatan menyebut bahwa kondisi cuaca lembab, genangan air pasca-hujan, dan perubahan suhu serta kelembapan mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya padat dan waktu istirahatnya terbatas, risiko terserang demam, flu, batuk dan penurunan daya tahan tubuh pun jadi meningkat.

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat: istirahat cukup, konsumsi gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja serta menghindari paparan hujan dan udara dingin tanpa perlindungan. Dengan cuaca yang diperkirakan masih berubah-ubah dalam beberapa minggu ke depan, langkah preventif tersebut dinilai sangat penting agar kesehatan publik tetap terjaga.


Redaksi Gardatipikornews.com - Liputan Wilayah Denpasar

*GTN.lasmana

Sebelumnya
Gubernur Bali Himbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Musim...
Selanjutnya
Pizza, Makanan Lezat Dan Bergizi Yang Cocok Untuk Semua...

Berita Terkait :