Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Diduga Depresi, Seorang Laki-laki Ditemukan Meninggal Di Kamar, Diduga Gantung Diri

by Gardatipikornews
10 Juni 2025 - 145 Views

Mataram-NTB || Gardatipikornews.com -- Selasa,10/6/2025, Kapolsek Sandubaya didampingi Kepala SPKT dan piket Fungsi polsek setempat bersama Unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram dibantu Bhabinkamtibmas dan warga setempat melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat yang diduga gantung diri di wilayah lingkungan Negarasakah Timur, Kelurahan Cakra timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., SIK., melalui Kanit Reskrim Polsek Sandubaya Ipda Kadek Arya Suantara SH., dalam keterangan tertulisnya mengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Ibu Korban di dalam Kamar dalam posisi leher tergantung yang diikat tali Nilon warna biru yang tersangkut di Paku tembok kamar, sekitar pukul 19:00 wita. 


Korban diketahui berinisial M, laki-laki 27 tahun alamat lingkungan Negarasakah Timur, Kelurahan Cakra timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Korban ditemukan pertama kali oleh ibunya. 

“Saat itu ibunya ingin memanggil korban untuk diajak makan. Namun saat tiba di dalam kamar korban ibunya kaget melihat korban dalam keadaan tergantung dengan tali nilon di tembok kamar, “ jelasnya. 

Sementara itu korban Petugas langsung mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Cakranegara. 

“Dari keterangan petugas IGD puskesmas, korban sudah tidak bernyawa. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, ditemukan cairan sperma di kelamin korban yang merupakan tanda-tanda gantung diri, “ucapnya.

Mendengar penjelasan tersebut pihak keluarga Korban menerima dengan ikhlas serta menolak untuk dilakukan Otopsi dengan menandatangani surat penolakan Otopsi. 

Dari keterangan Ibu Korban, bahwa beberapa hari sebelum peristiwa ini Korban sempat terlihat merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas / depresi. 

Peristiwa ini menjadi pengalaman bahwa masyarakat meningkatkan kepekaan terhadap berbagai situasi yang terjadi di dalam rumah tangga atau lingkungan sekitar. Oleh karena itu masyarakat segera melakukan konsultasi jika melihat anggota keluarga mengalami tanda-tanda kejanggalan dan tingkatkan perhatian serta tidak membiarkan orang tersebut di luar pantauan.

Sumber : Kasihumas Polresta Mataram 

Pewarta : Akub.gtn.com

Sebelumnya
Quick Respon Polda NTB, Tangani Cepat Kasus WNA Meninggal Dunia Di Gili...
Selanjutnya
BRIPKA Luthfi, Bhabinkamtibmas Desa Karangjaya Sisishkan Gajinya Untuk Bangun Madrasah Serta Jalan...

Berita Terkait :