Jawa Barat, Sukabumi || Gardatipikornews.com -- Kamis, 16 April 2026 — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di tingkat Sekolah Dasar (SD). Penggunaan gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop kini menjadi bagian dari proses belajar mengajar.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, muncul pula berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian serius.
Di sejumlah sekolah dasar, digitalisasi terbukti memberikan dampak positif. Peserta didik kini dapat mengakses berbagai sumber belajar secara cepat dan luas melalui internet. Materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video, animasi, dan aplikasi edukatif mampu meningkatkan minat belajar siswa. Guru juga lebih mudah menyampaikan materi secara interaktif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
“Anak-anak sekarang lebih cepat memahami pelajaran ketika menggunakan media digital, terutama yang berbasis visual,” ujar salah satu guru SD di wilayah Sukabumi.
Selain itu, penggunaan gadget juga melatih keterampilan teknologi sejak dini. Hal ini dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital di masa depan. Pembelajaran pun menjadi lebih fleksibel, karena siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja.
Namun demikian, penggunaan gadget yang tidak terkontrol justru menimbulkan dampak negatif. Banyak siswa yang mulai mengalami kecanduan gadget, sehingga waktu belajar terganggu. Tidak sedikit pula yang lebih memilih bermain game atau menonton konten hiburan dibandingkan mengerjakan tugas sekolah.
Dampak lainnya adalah menurunnya interaksi sosial antar siswa. Anak-anak cenderung lebih fokus pada layar dibandingkan berkomunikasi secara langsung dengan teman sebaya. Dari sisi kesehatan, penggunaan gadget berlebihan juga berpotensi menyebabkan gangguan mata, kurang tidur, serta minimnya aktivitas fisik.
Yang tak kalah penting, risiko paparan konten negatif menjadi ancaman serius apabila penggunaan gadget tidak diawasi dengan baik oleh orang tua maupun guru.
Pakar pendidikan menekankan bahwa digitalisasi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan perlu dikelola secara bijak. Pengawasan, pembatasan waktu penggunaan, serta pemanfaatan gadget untuk tujuan edukatif menjadi kunci utama.
“Peran orang tua dan guru sangat penting untuk memastikan anak menggunakan teknologi secara sehat dan produktif,” ujar seorang praktisi pendidikan.
Dengan pengelolaan yang tepat, digitalisasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun tanpa kontrol yang baik, justru berpotensi merusak perkembangan peserta didik.
Penulis : @Asep Ruswandi, S.Pd
( @Red@ksi.gtn.com**