Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Dihadiri Kementerian Pertanian, Tim Pornas Jabar Bersama BPP Sukalarang Tinjau Lokasi Penggunaan Pornas

by Gardatipikornews
15 April 2025 - 833 Views

Sukabumi || Gardatipikornws.com

- Tim Pornas Jabar bersama Kementerian Pertanian dan BPP Sukalarang meninjau penggunaan Pornas (Pupuk Organik Nasional) di Kampung Cigembong, Desa Prianganjaya, Kecamatan sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Minggu (13/4/2025). Ketua Pornas Jabar, Ece Suryadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung gerakan Pornas. Karena itu, Tim Pornas bersama BPP Kecamatan Sukalarang berkolaborasi untuk terus melakukan pembinaan terhadap para petani agar hasil panennya sesuai harapan. "Kami bersama anggota Tim Pornas, pak Sutisna, Ade Sutisna, Yusup Nasiri, Jajang Sudrajat (Natagara), dan pihak BPP terus mendorong sekaligus melakukan pembinaan gerakan Pornas ini. Alhamdulillah peninjauan lokasi Pornas juga dihadiri dari Kementerian Pertanian dan BPP Sukalarang," ungkap Ece Suryadi, yang juga sebagai Kepala Desa Sukalarang ini. Sementara pemilik lahan, Ece menyebutkan, ia mengaplikasikan Pornas pada tanaman varietas bibit cupat manggu yang ditanam di lahan seluas 2000m persegi. Awalnya, kata Ece, menggunakan sweet treatment, kemudian Pornas vegetatif dan generatif. Ece melihat ada perkembangan signifikan setelah menggunakan Pornas sehingga ia berarap panen akan lebih baik. "Alhamdulillah sebelum pake Pornas padi tidak seperti ini, mudah-mudahan hasil panen lebih meningkat. Pendapatan sebelumnya 4 sampai 6 kwintal, itu kalau lagi bagus, mudah-mudahan sekarang lebih,"ujarnya Dalam hal ini, Kementerian Pertanian mendorong petani untuk terus bercocok tanam setelah panen dengan penggunaan teknologi untuk menghemat biaya produksi dan meningkatkan hasil agar mencapai swasembada pangan. "Yang pertama dari pak Presiden, pak Menteri, kita mendorong untuk mencapai swasembada pangan. Artinya bagaimana kita mendorong petani bisa bercocok tanam. Setelah panen langsung cocok tanam kembali. Selain itu penggunaan teknologi menjadi penting, teknologi yang bisa menghemat biaya produksi tentunya dan bisa meningkatkan hasil yang maksimal dari pada petani, hasilnya melimpah dan harganya bagus," ungkap pihak Kementerian Pertanian Pewarta : Asep Supiandi
Sebelumnya
Museum Agung Pancasila Melanggar UU, Membangun Di Badan Jalan Melewati Batas Persil...
Selanjutnya
Pemcam Ciseeng Gelar Halal Bihalal Dihadiri Plt Camat Tp Pkk Kepala Desa Kapolsek Danramil Mui...

Berita Terkait :