Kota Mataram-NTB || Gardatipikornews.com -
Kamis,20/2/2025, Ada ratusan definisi kebudayaan. Hal ini bisa dilihat di Buku Bpk Antropologi Indonesia Prof Kuncoro Ningrat. Tidak satunya definisi kbudayaan mgindikasikan bhwa bicara kbudayaan bukanlah barang sederhana. Kebudayaan barang subyektif. Apa yg org lain lihat tidak atau kurang maka bisa jadi mnurut pganut kbudayaan itu adh ssuatu yg bhrga. Bgitulah kbudayaan, ia hadir di msyrkt tanpa trkecuali dgn ekpresi tiada batasnya. Oleh karna itu kbudayaan tdk bs d monopoli oleh sklpmk tbts org. Kebudayaan boleh mjdi pmbicaraan smua org...tdk trbts pd klgn trtntu. Persoalannya skrg adalah bgm kebudayaan lokal NTB menjadi barang brharga atau berbilai jual? Sperti yg d sampaikan Bpk Gubenrur NTB terpilih di mana kebudyaaan diharapkan menjadi daya tarik pariwisata dalam tema quality tourism. Artinya bahwa pariwisata berbasis kebudayaan dapat barang konsumsi masyarkat luar NTB bahkan dunia.
Sama seperti msyrkt NTB yg menggandrungi kebudyaan populer seperti menyukai film holywood, menyukai drama korea, menyukai fashion dan gaya kekinian. Dalam posisi ini jelas kebudyaan dapat diartikan sebgaia kata kerja. Kebudyaan dicipta, dikerjasamakan dan diekspose.
Dengan demikian semua kreativitias kebudyaan yg memungkinkan untuk dtaruh dipanggung perlu di sortir. Lalu dikemas swhingga layak jual.
Ada kebudyaan yg d ekspose lwt film, musik, tari, buku semua di format sedemikian rupa. Agar kemudian bernilai jual sehingga peprutaran sosial ekonominya juga berjalan. Dengan demikian berbicara kebudyaaan dapat juga memberika pengaruh yg baik terhadap ekonomi dan atau kesejahteraan kepada masyarkat pemilik kebudyaan itu sendiri.
Dengan bahasa lain d samping msyrkt senang mengkonsumis kebudyaan org, masyakat juga bisa sebagai produsen. Ada proses jual beli. Tidak hy sebagai pembeli ttpi juga menjadi penjual.
Msyrkt harus dibangunkan kesadarannya bahwa jangan dikira kebudyaaan2 pop itu tidak mmpunyai visi misi. Jangn dikira semuanya tanpa dsengaja. Bagaimana pun kebudyaan2 populer global sdh d persiapkan by design dgn sangat2 rapi, teeorganisasi dan terencana.
Buku2 yg brbicara mengnai amerikanisasi dunia, bahkan ada istilah weternisasi merupakan cth klasik bagaimana kebudyaan itu by design. Ia bukan barang otomatis. Jika ini dipahami dgn baik maka masyakat setidaknya harus mmulai dgn tekad menghargai, merawat dan menginovasi kebudyaan2 lokal nya di NTB agar bernilai jual dan menjadi titik tolak produksi bagi kesejahtraan.
Sumber : Ahmad Efendi, M.Si
Pewarta : Akub.gtn.com