Bogor || Gardatipikornews.com -- Sabtu, 9 Agustus 2025 Pukul. 09.00 tampak kesibukan di halaman kantor Desa Cogreg. Banyak para ibu memasuki dengan mengenakan pakaian seragam warna putih.
Hari ini Pemdes Cogreg Kec. Parung melaksanakan pengajian bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), yang mana anggotanya adalah para ibu dari beberapa majelis taklim di Desa Cogreg.
Ketika acara pengajian dimulai, aula kantor Desa Cogreg yang cukup luas itu tidak mampu menampung kehadiran para emak-emak, sehingga sudah tidak ada lagi tempat untuk duduk dan bersimpuh di lantai.

Tampak pula beberapa kaum bapak hadir disana, diantaranya Kasi Kesra Ahmad Lubis, Ketua TP. PKK Maesaroh, Kadus Sukendar, para amil: Ustd. Hudri, Ustd. Aman, Ustd. Samsudin, Ustd. Rusdi, Ketua Rw. 06 Asep Sunarya, Kadus Sukendar.
Pengajian dibuka dengan sambutan singkat oleh Ketua Rw. 06 Asep Sunarya (Cepoy) yang kebetulan sebagai tuan rumah pengajian BKMT. Ia mengucapkan terimakasih atas kehadiran para ibu dari beberapa majelis taklim se Desa Cogreg. Dan meminta maaf kalau ada banyak kekurangan dalam acara pengajian BKMT.
Sambutan kedua diberikan pembawa acara kepada Ahmad Lubis, mewakili Kepala Desa Mad Yusuf Supriatna yang berhalangan hadir. Ahmad Lubis yang akrab disapa Acung tersebut menyampaikan kata maaf kepala desa dan juga menyampaikan maaf terkait bansos yang ada selama ini.
Acung menjelaskan di hadapan emak-emak jamaah pengajian BKMT, ketentuan perihal bantuan sosial bukan karena kebijakan pemdes, melainkan kebajikan dari Dinsos dan juga pihak Bulog. Tidak ada salahnya warga Desa Cogreg yang mendapat 2 karung sedikit berbagi pada tetangganya.
Ustd. Amil Hudri menyampaikan kepada para jamaah yang hadir perihal khitan. Dituturkan kalau umat Islam wajib untuk di khitan baik itu wanita maupun laki-laki. Untuk lelaki wajib dikhitan apabila sudah akil baligh.
Kemudian Ustd. Rusdi memberi apresiasi kepada para ibu anggota majelis taklim yang rajin hadir ke pengajian BKMT. Hadir di pengajian harian, mingguan dan bulanan dibanding para bapak. Mudah-mudahan jalannya para ibu ke majelis taklim mendapat balasan dari Allah swt.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar