Bogor, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Sabtu, 3 Muharam 1447 H (28 Juni 2025) Pukul. 09.00 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Desa Cihowe Kecamatan Ciseeng bersama Ketua Majelis Taklim Desa dan seluruh jamaahnya mengadakan pengajian rutin bulanan.
Pengajian dilaksanakan di Kantor Desa Cihowe Kp. Cibentang Rt.002/Rw.02 kali ini tidak dapat dihadiri oleh Kepala Desa Wahyudin dan Ketua TP. PKK Desa Awinah, karena keduanya tengah menjenguk kerabat yang tengah diopname di rumah sakit. Namun Kades Wahyudin memberi pesan agar pengajian bulanan tetap harus berjalan.
Pengajian bulanan Badan Kontak Majelis Taklim Desa Cihowe hari ini dihadiri Ketua BKMT Desa Ustadzah Nayati, Ustadzah Sri Asih Faridah S.Pd.I, Ustadzah Sahara, para ketua Majelis Taklim se Desa Cihowe, serta ratusan jamaah yang tekun beribadah. Dan pengajian bisa berjalan karena kesigapan Linmas Jendro, Ulum dan Kadus 02 A'it.

Tampak kegiatan keagamaan Desa Cihowe tersebut tampak ke depannya semakin berkembang dan meningkat dengan terlihatnya jamaah yang membludak hingga ke jalanan depan kantor desa.
Tujuan dari kegiatan pengajian rutin bulanan ini adalah untuk meningkatkan ilmu agama dan pengetahuan, sehingga dengan ilmu tersebut jamaah dapat lebih mudah dalam menjalani kehidupan.
Ketua BKMT Desa Ustadzah Nayati ketika diberi kesempatan oleh pembawa acara lalu menjelaskan kalau tuan rumah pengajian BKMT Desa Cihowe kali ini Majelis Talim Ali bin Abi Tholib dan Majlis Talim Jannatul Khoir yang berada di Kp. Pulo Desa Cihowe. Tuturnya lagi, semoga para jamaah yang untung mengaji dan silaturahmi mendapat berkah dan pahala dari Allah SWT.
Ustadz Tatang Khaetami yang mewakili Kepala Desa Wahyudin dan Ketua TP. PKK Awinah memberitahukan kalau orang no. 1 dan no. 2 tersebut tidak bisa hadir karena tengah menjenguk kerabat yang tengah menderita sakit. Dan ia juga mengatakan kalau sekarang sudah memasuki 1447 Hijriyah, diharapkan warga desa mendapatkan perubahan, dari yang tidak sholat menjadi rajin sholat. Yang dulu tidak pernah ngaji sekarang mulai rajin mengikuti pengajian-pengajian di majelis taklim.
Sementara Ustadzah Sri Asih Faridah S.pd.I dalam tausiyahnya, mengawali dengan ucap rasa syukur pada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan nikmat menjadi umat Islam.
Ia memaparkan tentang anak yang merupakan titipan Allah SWT, yang menjadi tanggung jawab ibu dan bapak. Allah sebagai sang pencipta, tambah isteri Ketua MUI Desa Cihowe Ustdz. Dalail ini kembali, dalam waktu 4 bulan, atas seizin Allah SWT maka malaikat Jibril tiupkan takdir, ajal, rezeqi dan jodoh yang sudah ditetapkan. Sedangkan takdir Allah bisa dirubah dengan doa dan ikkhtiar.
Pewarta: Agustion/Wahyudin/Sapuani