Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Universitas Nusa Putra bersama Komunitas Belajar dari 7 sekolah dasar di 3 kecamatan Kota Sukabumi mengambil peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dengan menggelar workshop intensif bertajuk "Peningkatan Kompetensi Guru Pengembangan Kurikulum Berbasis Pembelajaran inovatif dengan Pendekatan Deep Learning". Inisiatif kolaboratif ini bertujuan mentransformasi metode pengajaran konvensional menuju pendekatan Pembelajaran Mendalam yang lebih inovatif dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
Program Magister Pedagogi Universitas Nusa Putra bersama 7 komunitas belajar (Kombel), menyiapkan narasumber dan materi workshop yang digelar pada 29-30 Oktober 2025.. Peserta pelatihan adalah para guru kelas dan guru mata pelajaran dari SDN Cipanengah, SDN Bunut, SDN Sukakarya, SDN Karang Tengah, SDN Pelita. Kolaborasi antara akademisi, praktisi sekolah, ini diharapkan dapat menjawab tantangan riil yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum dengan pendekatan mendalam yang inovatif sebagaimana diungkapkan ketua panitia pelaksana Ibu LILIs Wulansari, S.Pd dalam pembukaannya.
Menjadi tulang punggung materi utama workshop, Rika Opsari Pusparini Supyaningsih, S.Pd., M.Pd., fasilitator dari BBGTK Jawa Barat, membawakan materi inti seputar Growth Mindset, kerangka kerja Deep Learning, hingga teknik asesmen.Dr. Dyah Lyesmaya, Ketua Prodi Magister Pedagogi Universitas Nusa Putra, memimpin sesi khusus mengenai model pembelajaran EASI berbasis literasi. Hillman Arif, S.Mn, S.Pd menjelaskan praktik baik terkait penggunaan Model Pembelajaran EASI, sementara Nenden Hendarsih, S.Ag dan Heni Suryani S.Pd memaparkan materi tentang Strategi Praktis Pembelajaran Literasi. Sementara, materi tentang media pembelajaran berbasis AI, disajikan oleh Lilis Wulansari, S.Pd salah seorang guru penggerak inspiratif nasional serta materi Kurikulum terbaru berdasarkan sisi yuridis dibahas oleh Pengawas, Bapak Rusyani, S.Pd. Keikutsertaan para mahasiswa program magister dalam pendampingandan penyampaian materi menandakan komitmen kampus untuk memberikan pengalaman praktik langsung, sekaligus membangun jembatan antara teori akademis dan realita di lapangan.
Kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Bank BJB Cabang Sukabumi ini diharapkan menjadi pemantik gerakan inovasi di ruang-ruang kelas demikian ungkap Pengawas Sekolah, Bapak Rusyani, S.Pd yang berkenan hadir dan membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan Workshop. Dampak jangka panjangnya yang tidak main-main untuk membentuk generasi penerus yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi kompleksitas zaman merupakan salah satu cita dari Universitas Nusa Putra, Little Step for Wide Vision seperti dijelaskan Dr. Dyah dalam kata sambutan pembukanya.
Workshop ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi menekankan pada praktik dan komitmen tindak lanjut. Para peserta, yang berjumlah 80 guru, akan didorong untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Mendalam dan asesmen berbasis Model Pembelajaran Inovatif yang digagas Dr.Dyah Lyesmaya, yaitu Model Pembelajaran EASI (Exposure, Analogy, Social Action dan Impact Writing), serta membuat Rencana Tindak Lanjut untuk implementasi di kelas mereka masing-masing.
Model Pembelajaran EASI bukan hanya kerangka pembelajaran yang memandu guru dan siswa untuk melakukan proses transformasi pengetahuan saja. Model ini juga menekankan pada munculnya kesadaran akan nilai, kreatifitas dalam menghubungkan pengetahuan dengan masalah dan fenomena di kehidupan nyata, serta merumuskan sebuah aksi nyata yang akan dituliskan oleh para siswa sebagai bagian dari refleksi atas kegiatan pembelajaran. Model ini menstimulasi kemampuan membaca dan menulis secara menyenangkan dan bermakna bagi para siswa. Proses yang menyenangkan tersebut tentu saja tanpa mengabaikan nalar kritis dan kreatifitas tanpa batas sesuai lingkungan pembelajaran sekolah dasar masing - masing.
Kemampuan Literasi dasar yang meliputi kemampuan membaca, menulis, menyimak dan berbicara merupakan modal awal untuk membuka jendela ilmu pengetahuan. Literasi hakikatnya adalah proses berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif yang merupakan bagian dari 8 Dimensi Lulusan yang digariskan pemerintah dalam peraturannya yang terbaru. Dimensi lulusan ini menjadi panduan arah yang dituju dari penerapan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan.
Selama dua hari berlangsungnya workshop, para guru sebagai peserta mengikuti secara antusias dan tertib serta sangat senang. Para kepala sekolah yang bertindak sebagai panitia pelaksana tampak bangga menyaksikan antusiasme rekan - rekan gurunya, apalagi pada saat penampilan sejumlah guru yang berhasil unjuk kerja setelah mengerjakan tugas demi tugas terkait materi. Kinerja para kepala sekolah ini sangat kompak dan serius mendampingi dan memfasilitasi proses pengembangan diri peningkatan kompetensi para gurunya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Putra tidak hanya memperkuat visi tridharmanya dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga aktif membentuk ekosistem pendidikan yang lebih maju di Sukabumi. Dampak dari pelatihan ini diharapkan dapat langsung terasa dalam peningkatan kualitas proses belajar-mengajar di berbagai sekolah, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga kritis dan kreatif.
Sumber Berita : 17Kompasiana
Penulis : Nenden Nendarsih
( @sp. Red@ksi.gtn.com**