Jakarta | Gardatipikornews.com - Pembangunan sodetan ini sempat mangkrak karena masalah pembebasan lahan. Proyek ini dapat mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 meter kubik per detik ke Kanal Banjir Timur.
Pemerintah saat ini tengah melanjutkan proyek sodetan atau terowongan yang menghubungkan aliran Kali Ciliwung dengan aliran Banjir Kanal Timur (BKT) sebagai solusi banjir di ibu kota.
Sampai saat ini, proyek tersebut terus digarap oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Ditjen Sumber Daya Air. Proyek akan dilanjutkan sepanjang 549 meter, sehingga total panjang sodetan nantinya sekitar 1,26 kilometer.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung selesai pada April 2023. Sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di Ibu Kota.
Heru memastikan bahwa pengerjaan proyek sodetan Ciliwung yang sebelumnya sempat terhambat sudah terlaksana dengan baik. Termasuk terkait urusan pembebasan lahan yang menjadi salah satu kendala penyelesaian sodetan Ciliwung tersebut. saat ini progres pembangunan sodetan Ciliwung telah mencapai 92%. Kontrak pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung itu sebenarnya sampai Agustus 2023, namun dapat diselesaikan lebih cepat.
( Pewarta : @gon )