Cianjur, Jawa Barat || Gardatipikornews.com
- Sedikitnya puluhan orangtua siswa/siswi, SMP Cibeber Kabupaten Cianjur diwilayah hukum Polres Cianjur keluhkan soal iuran perpisahan, persiswa diwajibkan bayar Rp.450.000, diantaranya ada beberapa siswa/siswi bayar cicil seperti "AIM", Selasa (22-04-2025), pada awak media online dirumahnya. Menurut orangtua siswa yang mendampingi "AIM" dari kelas 9C, pada awak media menjelaskan, sebenarnya kami ini keluarga yang tidak mampu, Alhamdulillah bisa sekolah juga sampai klas 9C, itupun hasil jualan makanan ringan yang ada diwarung, "bati na oge ngan sa alit" sedikit-sedikit simpan uang di celengan plastik, untuk persiapan biaya sekolah yang mendesak.
"Tapi, saat berakhir sekolahnya diminta iuran untuk perpisahan sebesar Rp.450.000, saya sok saat itu, anu sanes na oge aya, mung anu teu mampu pisan nya eta abdi", keluhnya.
Hanya ada keringanan pembayaran tiga kali dari pihak YPLP SMP Cibeber, ucap orangtua siswa memelas, pertama kami bayar Rp.250.000 tgl.19-02-2025 pada acara puncaknya kami bayar yang kedua kalinya sebesar Rp.100.000 tgl.10-04-2025, untuk pembayaran yang ketiga kalinya Rp.100.000,- "abdi teu nyuhunkeun tanda terima na", katanya.
Sementara pihak YPLP "AT" dari SMP Cibeber Kabupaten Cianjur sulit ditemui, untuk konfirmasi. Pasalnya "AT" sebagai penerima iuran perpisahan, kata beberapa stafnya menyebutkan ia sibuk tugas luar, jadi jarang ada ditempat?, ujarnya.
( @Dadan. HUMAS GTN ).