Kehadiran tim penyuluh juga didampingi aparatur Kecamatan Ciseeng seperti Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Ip, Sakur S.Sos, Sudarajat S.Sos, Yoga Abdurohman dan Anis Sania. Juga tampak Kasi Keuangan Desa Cihoe Rahayu, Slamet, Sya'bani Tiranda, dan Ketua BPD Kasim.
Koordinator Penyuluh BPP Wilayah VIII Herman Sihite S.St menjelaskan kepada awak media Gardatipikornews.com perihal tanaman padi hasil Kelompok Tani Karya Mukti I yang 3 Minggu ke depan sebagian padi sudah bisa dipanen, ada juga type padi beras merah sekitar 40% dari padi yang dihasilkan.
Herman Sihite S.St memberikan masukan kepada Nursiah agar masuk ke dalam AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) melalui Jasindo, bila nanti terjadi kemarau, fuso (el-Nino) yang mengakibatkan gagal panen, maka pemerintah dapat menggantikannya, begitu juga kalau disebabkan hama tikus.
Ia juga mengatakan Ketua Kelompok Tani diinfokan untuk menghubungi BPP bilamana nanti ada masalah makan akan segera dibantu. Kepada Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Sip ia berharap agar lahan tidak beralih fungsi, kelompok tani harus tetap dipertahankan, bilamana ada masalah dapat menghubungi BPP Wilayah VIII seperti kekurangan benih dan lain sebagainya.
(Agustion Kaperwil Jabar)
Bogor] Gardatipikornews.com// Kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kondisi lingkungan dan keakraban untuk peningkatan pengembangan usaha. Kelompok tani sebagai pelaku utama menjadi salah satu kelembagaan pertanian yang berperan penting dan menjadi ujung tombak dalam pembangunan pertanian.
Desa Cihoe Kecamatan Ciseeng juga memiliki kelompok tani diantaranya Kelompok Tani Karya Mukti I yang berada di Kp. Gunung Batu Rt. 002/Rw. 04 dengan Ketua kelompoknya Nursiah.
Pada hari Jumat pagi (26 Mei 2023) Ketua Kelompok Karya Mukti I dengan ramah menyambut kehadiran Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Wilayah VIII Herman Sihite S.St bersama beberapa penyuluh pertanian diantaranya Desita Herawati yang menangani. Desa: Cihoe, Ciseeng dan Cibentang. Sedangkan Kec. Ciseeng ada tiga petugas penyuluh yaitu: Desita Herawati, Susi Susilawati dan Ikhsan.
Kehadiran tim penyuluh juga didampingi aparatur Kecamatan Ciseeng seperti Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Ip, Sakur S.Sos, Sudarajat S.Sos, Yoga Abdurohman dan Anis Sania. Juga tampak Kasi Keuangan Desa Cihoe Rahayu, Slamet, Sya'bani Tiranda, dan Ketua BPD Kasim.
Koordinator Penyuluh BPP Wilayah VIII Herman Sihite S.St menjelaskan kepada awak media Gardatipikornews.com perihal tanaman padi hasil Kelompok Tani Karya Mukti I yang 3 Minggu ke depan sebagian padi sudah bisa dipanen, ada juga type padi beras merah sekitar 40% dari padi yang dihasilkan.
Herman Sihite S.St memberikan masukan kepada Nursiah agar masuk ke dalam AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) melalui Jasindo, bila nanti terjadi kemarau, fuso (el-Nino) yang mengakibatkan gagal panen, maka pemerintah dapat menggantikannya, begitu juga kalau disebabkan hama tikus.
Ia juga mengatakan Ketua Kelompok Tani diinfokan untuk menghubungi BPP bilamana nanti ada masalah makan akan segera dibantu. Kepada Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Sip ia berharap agar lahan tidak beralih fungsi, kelompok tani harus tetap dipertahankan, bilamana ada masalah dapat menghubungi BPP Wilayah VIII seperti kekurangan benih dan lain sebagainya.
(Agustion Kaperwil Jabar)
Kehadiran tim penyuluh juga didampingi aparatur Kecamatan Ciseeng seperti Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Ip, Sakur S.Sos, Sudarajat S.Sos, Yoga Abdurohman dan Anis Sania. Juga tampak Kasi Keuangan Desa Cihoe Rahayu, Slamet, Sya'bani Tiranda, dan Ketua BPD Kasim.
Koordinator Penyuluh BPP Wilayah VIII Herman Sihite S.St menjelaskan kepada awak media Gardatipikornews.com perihal tanaman padi hasil Kelompok Tani Karya Mukti I yang 3 Minggu ke depan sebagian padi sudah bisa dipanen, ada juga type padi beras merah sekitar 40% dari padi yang dihasilkan.
Herman Sihite S.St memberikan masukan kepada Nursiah agar masuk ke dalam AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) melalui Jasindo, bila nanti terjadi kemarau, fuso (el-Nino) yang mengakibatkan gagal panen, maka pemerintah dapat menggantikannya, begitu juga kalau disebabkan hama tikus.
Ia juga mengatakan Ketua Kelompok Tani diinfokan untuk menghubungi BPP bilamana nanti ada masalah makan akan segera dibantu. Kepada Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Sip ia berharap agar lahan tidak beralih fungsi, kelompok tani harus tetap dipertahankan, bilamana ada masalah dapat menghubungi BPP Wilayah VIII seperti kekurangan benih dan lain sebagainya.
(Agustion Kaperwil Jabar)