Kabupaten Sukabumi, Cibaregbeg, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Pekerjaan pengaspalan jalan di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) kembali menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang baru selesai dikerjakan sekitar tiga hari tersebut sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Kerusakan dini pada proyek pengaspalan jalan desa yang didanai anggaran provinsi, meskipun baru beberapa hari selesai dikerjakan.
Berlokasi di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil investigasi awak media pada Jumat, 19 Desember 2025, pekerjaan tersebut diketahui baru berusia sekitar tiga hari, namun kondisinya sudah rusak.
Proyek berada di wilayah administrasi Pemerintah Desa Cibaregbeg yang dipimpin oleh Kepala Desa H. Ujang Rahman, S.IP. Warga sekitar menjadi pihak yang terdampak langsung dan menyampaikan keluhan kepada awak media.
Warga menduga kerusakan cepat tersebut disebabkan oleh pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan dikerjakan asal jadi. Salah seorang warga menyampaikan, “Ini pekerjaan baru tiga hari, tapi sudah rusak seperti ini. Kami sangat menyayangkan kualitasnya,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hasil penelusuran awak media juga mengungkap informasi yang mengejutkan. Warga menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan proyek Banprov tersebut terdapat bantuan material pasir sebanyak empat (4) truk yang berasal dari pihak proyek ayam yang kebetulan melintasi lokasi pekerjaan. Jika dikalkulasikan, nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp. 10.000.000 dengan asumsi harga per truk sekitar Rp.2.500.000.
Hal ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, apakah bantuan material pasir tersebut ikut dimasukkan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ke pihak provinsi, mengingat secara faktual material tersebut digunakan dalam pekerjaan pengaspalan.
Untuk menyeimbangkan informasi, awak media mendatangi Kantor Desa Cibaregbeg dan mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa H. Ujang Rahman, S.IP. Saat ditanya terkait kerusakan jalan yang baru tiga hari dikerjakan, kepala desa kembali menyampaikan alasan faktor hujan sebagai penyebab utama.
“Yang rusak nanti akan kami perbaiki lagi,” ujarnya dengan nada ringan.
Namun penjelasan tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan, khususnya terkait kualitas pekerjaan, penggunaan material, serta transparansi anggaran.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Forkopimcam Sagaranten, Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kabupaten Sukabumi (Irban Khusus), serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap proyek pengaspalan Banprov di Desa Cibaregbeg.
Langkah ini dinilai penting guna memastikan penggunaan anggaran pemerintah berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan negara maupun masyarakat.
Pewarta: @Sumardi GTN
Editor : admin GTN