Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Unjuk Rasa Revisi UU TNI di Sukabumi Ricuh, Polisi Kejar dan Pukuli Massa Aksi

by Gardatipikornews
25 Maret 2025 - 973 Views

Sukabumi || Gardatipikornews.com –

Bentrokan antara massa dan polisi terjadi di dalam unjuk rasa penolakan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Senin (24/3/2025) sore. Sebelum terjadi chaos, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat berhasil merobohkan pagar bangunan gedung DPRD Kota Sukabumi, lalu memaksa masuk mencoba mendorong barikade polisi yang berjaga. Selain melakukan orasi, massa aksi juga memancing emosi polisi dengan kata-kata dan pelemparan air mineral dalam kemasan ke barisan barikade polisi. Lalu polisi membubarkan massa dengan menyemprotkan air dari water canon sehingga massa bercerai berai. Massa kembali berkumpul di depan barisan polisi dan puncak kekacauan terjadi saat ada massa yang melempar air mineral dalam kemasan lalu disemprot air dari water canon dan dikejar oleh polisi hingga terjadi chaos. Massa aksi dikejar dan dipukuli hingga ada sebagian yang ditangkap. Informasi yang dihimpun, terdapat 2 mahasiswa yang dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, salah satunya mengalami kritis. Sementara itu salah satu wartawan yang meliput aksi tersebut, Andri Somantri dari salah satu media online, terkena tindakan represif aparat Kepolisian yang sedang mengejar dan menangkap mahasiswa. “Ada yang narik leher lalu kena id card saya hingga putus. Kalo pun kondisinya saat itu sedang kacau dan anggota polisi ini tidak sengaja menarik leher dan id card saya, sebaiknya ia meminta maaf pada saat itu juga dan jangan pergi ke belakang,” ujar Andri kepada awak media. Andri sangat menyayangkan sikap pengamanan dari aparat Kepolisian yang ketika chaos terjadi, tidak bisa membedakan mana massa aksi dan bukan. “Siapapun jadi kena (korban), saya sangat menyesalkan adanya tindakan represif ini dari polisi,” ujar Andri. ( @adi.Red**
Sebelumnya
Sempat Bentrok di Kantor Inspektur Tambang Sulawesi Tenggara. Jangkar Sultra Minta Tindak Tegas PT....
Selanjutnya
Diduga Ada Perusahaan Tanpa Papan Plang Nama di wilayah Kecamatan Bayung...

Berita Terkait :